Kepala Desa Bulu Cindea Made Ali Dorong Inovasi Pengolahan Rumput Laut Jadi Produk Bernilai Tinggi

    Kepala Desa Bulu Cindea Made Ali Dorong Inovasi Pengolahan Rumput Laut Jadi Produk Bernilai Tinggi
    Kepala Desa Bulu Cindea Made Ali Dorong Inovasi Pengolahan Rumput Laut Jadi Produk Bernilai Tinggi

    PANGKEP SULSEL– Kepala Desa Bulu Cindea Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, Made Ali, SE, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Kali ini, ia fokus menggenjot pengelolaan dan pengolahan rumput laut agar bisa menjadi produk bernilai tambah seperti agar-agar, minuman sehat, hingga bahan kosmetik alami.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi Desa Bulu Cindea untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap penjualan bahan mentah, yang selama ini menjadi pola umum di kalangan petani rumput laut. Made Ali menegaskan, nilai ekonomi rumput laut akan berlipat ganda bila diolah dengan kreativitas dan teknologi sederhana yang bisa diterapkan oleh masyarakat.

    “Selama ini warga hanya menjual rumput laut kering, padahal jika diolah menjadi agar-agar, sabun, atau pupuk organik cair, hasilnya jauh lebih menguntungkan, ” ungkap Made Ali saat ditemui di kantor desa, Sabtu (18/10/2025).

    Menurutnya, Desa Bulu Cindea memiliki potensi besar untuk menjadi sentra olahan rumput laut karena lokasinya dekat dengan pesisir dan mudah mendapatkan bahan baku. Pemerintah desa bahkan telah menyiapkan program pelatihan pengolahan hasil laut bagi kelompok wanita dan pemuda desa agar mampu menghasilkan produk inovatif berbasis rumput laut.

    Selain itu, pemerintah desa juga menjalin komunikasi dengan Dinas Perikanan dan lembaga pendamping UMKM untuk memberikan bimbingan teknis dan akses pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.

    “Kalau kita ingin keluar dari ketergantungan bahan mentah, maka solusinya adalah inovasi. Pemerintah desa hadir untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa naik kelas melalui pengolahan hasil laut, terutama rumput laut, ” jelasnya.

    Berbagai ide kreatif pun mulai dikembangkan. Beberapa warga telah mencoba membuat agar-agar alami, jelly drink dari rumput laut, bahkan sabun herbal. Hasil uji coba menunjukkan produk tersebut disukai masyarakat karena alami, sehat, dan memiliki potensi pasar yang luas.

    Made Ali menilai, ke depan Bulu Cindea bisa memiliki branding desa olahan rumput laut, sebagai wujud nyata transformasi dari desa pesisir biasa menjadi desa produktif berbasis sumber daya laut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal untuk menjaga keberlanjutan program ini.

    “Kalau kita serius dan konsisten, Desa Bulu Cindea bisa menjadi contoh sukses bagaimana rumput laut diolah menjadi sumber kesejahteraan baru bagi warga. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang membangun kemandirian dan kebanggaan desa, ” tutup Made Ali dengan optimis.( Herman Djide)

    pangkep sulsel
    HermanDjide

    HermanDjide

    Artikel Sebelumnya

    Herman Djide: Ketika Anggaran Menyusut,...

    Artikel Berikutnya

    Kapolres Pangkep Sambut Menhan RI Syafrie...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Tiga Oknum Jaksa Kejati Banten Jalani Sidang Perdana Terkait Dugaan Pemerasan Rp2 Miliar
    KPK Periksa Pejabat MA Terkait Suap Hakim PN Depok
    KPK Soroti Pengadaan 25.644 Motor Listrik Badan Gizi Nasional
    KPK Jerat Jatmiko Dwi Seputro Adik Bupati Tulungagung dalam OTT
    KPK Dalami Cukai, Pengusaha Rokok Khairul Umam Diperiksa

    Ikuti Kami